Lihat juga
17.03.2026 12:47 AMPada hari Senin, harga perak bergerak naik turun di atas $79,50 dan bernilai $79,90. Logam mulia berwarna putih ini mengalami tekanan akibat kehati-hatian para investor menjelang pengumuman terkait kebijakan moneter oleh bank sentral utama minggu ini, khususnya Federal Reserve.
Berdasarkan alat CME FedWatch, pasar memperkirakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan dalam rentang 3,50% hingga 3,75% pada pertemuan Rabu nanti. Jika hal ini terjadi, itu akan menjadi jeda kedua yang terjadi berturut-turut setelah periode sebelumnya di mana bank sentral melonggarkan kebijakan moneternya.
Jeda yang berkepanjangan dalam pelonggaran kebijakan moneter biasanya memberikan dampak negatif bagi aset seperti perak, lantaran harapan akan suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik untuk menyimpan logam mulia.
Kekhawatiran inflasi yang berasal dari kenaikan harga minyak juga menambah kehati-hatian di pasar. Ketegangan yang terjadi di Timur Tengah telah mendorong harga energi naik, sehingga memicu kekhawatiran akan inflasi yang berkepanjangan.
Kenaikan harga bensin di Amerika Serikat sudah memengaruhi anggaran keluarga, meningkatkan ekspektasi inflasi, dan mendorong bank sentral untuk tetap mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.
Faktor geopolitik tetap menjadi elemen penting dalam membentuk sentimen di sektor logam mulia. Serangan AS terhadap terminal minyak Iran di Pulau Kharg telah meningkatkan kecemasan akan gangguan dalam pasokan energi global. Meskipun Washington menyebutkan kemungkinan penyelesaian konflik dalam waktu dekat dan pembentukan koalisi untuk Selat Hormuz, ketidakpastian di dalam pasar keuangan tetap tinggi, yang menghalangi penurunan lebih lanjut harga perak.
Ketegangan geopolitik semacam ini dapat meningkatkan permintaan untuk aset sebagai tempat aman seperti perak, sehingga dapat mengurangi penurunan harga meskipun ada tekanan dari kemungkinan kebijakan moneter The Fed.
Dalam analisis teknikal, perak telah menghentikan penurunan selama tiga hari berturut-turut, namun indikator osilator masih berada di zona negatif, menunjukkan bahwa dominasi masih ada di pihak penjual. Jika harga dapat menembus di atas SMA 20 dan 50 hari, maka pihak pembeli berpotensi mendapatkan keuntungan di pasar.
You have already liked this post today
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.
