empty
 
 
29.04.2026 04:00 AM
Ulasan GBP/USD. 29 April. Menantikan Rapat FOMC

This image is no longer relevant

Pasangan mata uang GBP/USD menunjukkan kenaikan yang cukup meyakinkan sepanjang perdagangan hari Selasa, dan pertanyaan terpenting bagi para trader saat ini adalah, "Mengapa dolar menguat sehari sebelum pertemuan FOMC?" Menurut kami, jawabannya justru sudah tersirat dalam pertanyaan itu sendiri. Pasar mengantisipasi bahwa FOMC dapat menyesuaikan sikap kebijakan moneternya ke posisi yang lebih hawkish. Kami menilai tidak ada dasar kuat untuk asumsi ini, dan dalam artikel ini kami akan menjelaskan alasannya secara rinci. Namun, sudah dapat dikatakan dengan tingkat keyakinan yang cukup tinggi bahwa kecil kemungkinan kita akan mendengar retorika hawkish, karena skenario tersebut sebenarnya sudah diperhitungkan (priced in) oleh pasar. Akibatnya, dolar AS mungkin masih dapat terus menguat dalam kerangka koreksi yang dimulai pada 17 April, tetapi besar kemungkinan kekuatannya tidak akan cukup untuk melampaui itu.

Secara umum, ketika membahas implementasi kebijakan moneter Federal Reserve, perlu dipahami bahwa saat ini kebijakan tersebut bergantung pada dua faktor: inflasi dan pasar tenaga kerja. Hal ini bukan berita baru dan bukan pula rahasia, karena Federal Reserve selama beberapa tahun terakhir terus berupaya menyeimbangkan kedua aspek ini. Namun, situasinya agak berbeda sebelumnya. Tahun lalu, bank sentral AS melakukan tiga kali pelonggaran kebijakan untuk menopang pasar tenaga kerja. Meski kita tidak bisa mengatakan bahwa pasar tenaga kerja AS telah pulih sepenuhnya, pada pertemuan terakhir Monetary Committee, Jerome Powell menegaskan dengan jelas bahwa inflasi kini menjadi prioritas utama.

Secara sepintas, tampaknya The Fed seharusnya menjadi pihak yang paling bersemangat untuk menaikkan suku bunga acuan, apalagi indeks harga konsumen naik 0,9% year-on-year hanya dalam bulan Maret. Namun, kenyataannya tidak demikian. Jerome Powell memang telah menjabarkan dengan jelas tujuan utama The Fed, tetapi itu tidak berarti The Fed siap mengabaikan tujuan-tujuan lainnya. Mari kita lihat laporan Nonfarm Payrolls: pada Januari tercipta 160.000 lapangan kerja; pada Februari, -133.000; dan pada Maret, 178.000. Rata-rata, sekitar 69.000 lapangan kerja tercipta setiap bulannya di perekonomian AS pada 2026. Ini adalah angka yang sangat rendah. Perlu diingat bahwa angka yang dianggap normal berada di kisaran 150.000–200.000 lapangan kerja per bulan, dan selama masa jabatan Joe Biden, setidaknya 120.000–150.000 lapangan kerja tercipta setiap tahunnya.

Dengan demikian, masih terlalu dini untuk membahas pemulihan pasar tenaga kerja AS, dan merayakan pemulihan tersebut jelas prematur. The Fed memahami hal ini dengan sangat baik, dan pengetatan kebijakan moneter akan berujung pada kontraksi pasar tenaga kerja serta perlambatan ekonomi. Menariknya, perekonomian AS hanya tumbuh 0,5% pada kuartal keempat tahun lalu, dan hingga kini belum ada yang mengetahui berapa angka pertumbuhan untuk kuartal pertama tahun ini. Perekonomian di bawah Trump tumbuh lebih lambat dibandingkan di bawah Joe Biden. Oleh karena itu, bagi The Fed, kenaikan suku bunga hampir setara dengan tindakan yang merugikan diri sendiri, terutama mengingat bahwa ini adalah pertemuan terakhir Jerome Powell, dan penggantinya, Kevin Warsh, besar kemungkinan akan mendorong Monetary Committee untuk menurunkan suku bunga acuan. Dengan demikian, kami tidak mengharapkan pengetatan retorika The Fed yang dapat memberi dukungan berarti bagi mata uang AS.

This image is no longer relevant

Rata-rata volatilitas pasangan GBP/USD selama lima hari perdagangan terakhir sebesar 74 pip, yang dikategorikan "rata-rata." Pada 29 April, kami memperkirakan pergerakan dalam rentang yang dibatasi oleh 1,3436 dan 1,3584. Channel regresi linear bagian atas mengarah ke bawah, yang mengindikasikan pergeseran ke tren menurun. Indikator CCI telah memasuki area jenuh beli dan membentuk divergensi bearish, yang sebelumnya sudah memberikan sinyal antisipasi terjadinya koreksi turun.

Level support terdekat:

S1 – 1,3489

S2 – 1,3428

S3 – 1,3367

Level resistance terdekat:

R1 – 1,3550

R2 – 1,3611

R3 – 1,3672

Rekomendasi Trading:

Pasangan mata uang GBP/USD terus mengalami pemulihan setelah dua "bulan geopolitik". Kebijakan Donald Trump akan terus memberikan tekanan pada perekonomian AS, sehingga kami tidak memperkirakan penguatan mata uang AS pada 2026. Karena itu, posisi beli dengan target 1,3916 dan lebih tinggi masih relevan ketika harga berada di atas moving average. Jika harga berada di bawah moving average, posisi jual dapat dipertimbangkan dengan target 1,3436 dan 1,3428 berdasarkan pertimbangan teknikal. Dalam beberapa pekan terakhir, mata uang Inggris telah mengalami pemulihan, dan pengaruh faktor geopolitik terhadap pasar semakin berkurang.

Penjelasan Ilustrasi:

Channel regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya mengarah ke satu sisi yang sama, berarti tren saat ini cukup kuat;

Garis moving average (pengaturan 20,0, diperhalus) menentukan tren jangka pendek dan arah utama aktivitas trading saat ini;

Level Murray adalah level target untuk pergerakan harga dan koreksi;

Level volatilitas (garis merah) menunjukkan kisaran harga yang kemungkinan menjadi kanal pergerakan pasangan ini pada hari berikutnya, berdasarkan volatilitas saat ini;

Indikator CCI – ketika memasuki area jenuh jual (di bawah -250) atau area jenuh beli (di atas +250), artinya tren akan segera berbalik ke arah yang berlawanan.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.