Lihat juga
Setelah saling melancarkan serangan rudal antara Iran dan Israel, kawasan tersebut sekali lagi berada di ambang perang skala penuh. Sentimen risk-off meningkat di berbagai pasar, sehingga memperkuat dolar sebagai aset safe haven.
Namun, terlepas dari seriusnya situasi tersebut, para penjual EUR/USD tidak mampu mengubah momen itu menjadi pergerakan yang berkelanjutan. Menurut saya, perilaku harga ini mencerminkan posisi Amerika Serikat, yang tidak mendukung fase terbaru dari konflik ini dan menyerukan agar kedua pihak segera melakukan deeskalasi. Retorika damai dari Washington memungkinkan pasar berharap bahwa "skenario April" tidak akan terulang dan bahwa saling serang saat ini akan tetap menjadi episode lokal.
Namun demikian, situasi tetap sangat tegang dan, seperti yang dikatakan para pilot, kondisi saat ini berada "di ambang stall," mengingat retorika dan tindakan penuh permusuhan dari Israel maupun Iran.
Secara singkat, Israel memperoleh serangan kemarin: pasukan Iran meluncurkan 11 rudal balistik. Situasi tersebut memicu respons langsung dari Donald Trump, yang mendesak para pemimpin Israel untuk menahan diri dari serangan balasan dan menyatakan bahwa kesepakatan final dengan Teheran sudah dekat. Terlepas dari itu, Israel tetap menyerang peluncur rudal dan infrastruktur Iran di Iran bagian tengah dan barat. Bandara Mehrabad di Teheran juga diserang.
Meski Israel memutuskan untuk tidak mengindahkan permintaan presiden AS, para pelaku pasar merespons perkembangan tersebut dengan relatif tertahan. Sebagian besar reaksi itu mencerminkan pernyataan lanjutan dari Donald Trump, yang hari ini mengatakan bahwa Netanyahu tidak akan punya pilihan selain menerima kesepakatan dengan Iran. Ia menambahkan bahwa serangan Iran terbaru terhadap Israel tidak mengubah tekadnya untuk menuntaskan negosiasi AS–Iran dan mencapai sebuah persetujuan.
Dengan kata lain, Amerika Serikat secara terbuka memberi sinyal bahwa jendela bagi tercapainya kesepakatan masih terbuka. Sejalan dengan itu, pasukan AS tidak berencana kembali ikut serta dalam serangan terhadap Iran seperti yang terjadi pada April tahun ini.
Secara garis besar, saat ini hanya sikap Trump yang mencegah EUR/USD jatuh ke area 1,14. Selanjutnya, semuanya akan bergantung pada tindakan atau ketiadaan tindakan dari Israel, Iran, dan kekuatan pro-Iran di kawasan tersebut. Petempur Houthi di Yaman, yang didukung Iran, hari ini mengklaim bertanggung jawab atas serangan rudal ke Israel bagian tengah. Gerakan tersebut juga menyatakan akan memblokir lalu lintas maritim Israel di Laut Merah, dan menyebut semua kapal yang terhubung dengan Israel sebagai target militer yang sah.
Kendati demikian, nasib proses negosiasi—dan karena itu nasib EUR/USD—kini tidak bergantung pada Houthi, melainkan pada Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Perlu dicatat bahwa pejabat Iran mengeluarkan pernyataan yang saling bertentangan. Di satu sisi, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baghaei, mengatakan Amerika Serikat "memikul tanggung jawab langsung atas pelanggaran gencatan senjata oleh Israel" (merujuk pada serangan di wilayah Lebanon). Ia juga menyebut insiden dalam 24 jam terakhir "hanya memperburuk kekacauan dalam proses diplomatik." Di sisi lain, baik pejabat Iran maupun AS tidak menyatakan bahwa mereka menarik diri dari meja perundingan. Lebih jauh lagi, menurut Baghaei, pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat tetap berlangsung—kedua pihak masih saling bertukar pesan melalui perantara Pakistan.
Dengan demikian, situasinya masih menggantung. Menurut pandangan saya, eskalasi saat ini belum mencapai puncaknya meskipun Donald Trump menyerukan de-eskalasi. Sebagai contoh, Al Jazeera melaporkan bahwa pagi ini terjadi sebuah ledakan kuat di gedung Kementerian Luar Negeri Iran di Teheran. Sifat insiden tersebut belum jelas, tetapi EUR/USD sudah bereaksi dengan turun ke area 1,15 bawah.
Secara keseluruhan, ketegangan yang terus-menerus di Timur Tengah meningkatkan risiko inflasi global, termasuk di Amerika Serikat. Dipadukan dengan data tenaga kerja AS yang kuat baru-baru ini (nonfarm payrolls bulan Mei menunjukkan peningkatan 172.000 lapangan kerja) dan indeks ISM yang solid, para pelaku pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga kebijakan tetap tidak berubah setidaknya hingga akhir tahun. Pelaku pasar kini juga memperkirakan sekitar 40% probabilitas pengetatan kebijakan pada paruh kedua tahun ini.
Dalam kondisi seperti ini, prioritas tetap pada posisi jual, namun penjualan EUR/USD sebaiknya dipertimbangkan hanya ketika pihak penjual berhasil menembus dan menutup perdagangan di bawah support 1,1500 (garis bawah Bollinger band pada grafik H4) dan mampu bertahan di bawah level tersebut. Target utama untuk pergerakan turun adalah 1,1420, yang bertepatan dengan garis bawah Bollinger band pada timeframe W1.