empty
 
 
06.08.2026 02:28 PM
Rangkuman Berita Pasar AS untuk 6 Agustus 2026

Pasar global cetak rekor didorong minat pada AI dan harapan akan kesepakatan Hormuz

This image is no longer relevant

Pasar global kembali mencetak rekor baru, dengan kontrak berjangka S&P 500 naik 0,3%, sementara Stoxx 600 Eropa dan indeks global MSCI ACWI juga mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Dukungan datang dari melonjaknya minat di sektor AI (terutama produsen chip), kinerja laba korporasi yang kuat, serta meredanya tekanan dari kenaikan imbal hasil dan harga energi.

Faktor tambahan adalah ekspektasi tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz, yang meringankan tekanan di pasar minyak, dengan Brent diperdagangkan di kisaran sekitar $80 per barel dan sempat menyentuh $80,11. Imbal hasil Treasury bertenor 10 tahun bertahan di dekat 4,61%, sementara harga emas naik sekitar 2,1–2,2% menjadi $4.163 per ons. Dengan harga minyak kembali ke kisaran $75–80, investor berpotensi kembali berfokus pada fundamental yang tangguh dan likuiditas, yang menguntungkan bagi aset berisiko. Ikuti tautan untuk detail lebih lanjut.

AS berharap jalur pelayaran segera dibuka, namun Iran membantah adanya pembicaraan langsung dengan Washington

This image is no longer relevant

Kebuntuan diplomatik terkait Selat Hormuz telah memasuki fase penentuan, dengan pejabat AS berbicara tentang kemungkinan nyata pembukaan kembali jalur tersebut dalam waktu dekat, sementara Teheran secara tegas menyangkal adanya perundingan langsung dengan Washington. Perkiraan optimistis mengenai tercapainya kesepakatan cepat muncul dari Washington, meskipun tetap ditegaskan bahwa belum ada perjanjian final yang dicapai, dan pejabat Iran kembali menegaskan bahwa kontak hanya dilakukan melalui perantara.

Menurut laporan media dan para pihak yang terlibat dalam proses tersebut, perundingan yang melibatkan Oman dan Qatar telah mencapai tahap lanjut. Usulan itu mencakup pemisahan jalur pelayaran—kapal masuk bergerak ke arah utara (di sepanjang Iran) dan kapal keluar ke arah selatan, lebih dekat ke Oman—serta pengenaan "biaya layanan", dengan pendapatan yang akan dibagi sama rata. Washington dikabarkan siap mendukung rencana pengelolaan bersama tersebut sebagai langkah sementara, sementara Teheran menuntut pencabutan blokade laut, pelonggaran sanksi, dan pengakuan atas haknya untuk memungut bea maritim. Ikuti tautan untuk detail lebih lanjut.

Iran menyatakan kesepakatan dengan Oman terkait pelayaran di Selat Hormuz telah tercapai

This image is no longer relevant

Iran dan Oman telah menyepakati jalur pelayaran sementara melalui Selat Hormuz untuk jangka waktu 2-4 bulan, dengan kemungkinan perpanjangan. Pada saat yang sama, dua koridor sebelumnya ditutup, sementara Teheran menetapkan "persyaratan khusus" yang dikaitkan dengan perilaku AS. Menurut Axios, Amerika Serikat, Iran, dan Oman hampir mencapai kesepakatan 60 hari mengenai kebebasan pelayaran, dengan Donald Trump menjanjikan sebuah "terobosan" dalam 48 jam ke depan. Di tengah sinyal dan harapan akan segera dibukanya kembali selat tersebut, harga minyak Brent turun di bawah $80 per barel, meskipun serangan Houthi kembali berlanjut.

Strategi Iran menggunakan selat sebagai alat tekanan justru sangat merugikan ekonominya sendiri, dengan IMF memproyeksikan kontraksi PDB sebesar 6% pada 2026, inflasi sekitar 69%, dan kelangkaan bahan bakar. Ekspor minyak dari Teluk Persia turun menjadi sekitar 36% dari tingkat sebelum perang, sementara harga tetap di bawah $100, terutama karena kelebihan pasokan di pasar dan penurunan tajam pembelian dari Tiongkok sebesar 4–5 juta barel per hari. Para pembeli di Asia aktif menguras persediaan mereka alih-alih menandatangani kontrak baru. Jika Beijing mulai membangun kembali cadangan, hal ini akan menciptakan tambahan permintaan yang signifikan di pasar yang sudah ketat. Ikuti tautan untuk detail lebih lanjut.

Andreeva Natalya,
Analytical expert of InstaTrade
© 2007-2026

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.