Lihat juga
16.09.2026 12:45 AMPada hari Selasa, saat artikel ini ditulis, XAG/USD diperdagangkan di sekitar $63,76. Logam putih ini berupaya menemukan kestabilan karena para investor menahan diri untuk membuka posisi besar menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve pada hari Rabu. Prospek untuk perak tetap menantang akibat penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury. Imbal hasil yang lebih tinggi menciptakan biaya peluang yang lebih besar bagi aset tanpa imbal hasil seperti logam mulia, yang dapat menghambat upaya XAG/USD untuk melanjutkan pemulihan.
Imbal hasil juga meningkat di ekonomi utama lainnya seiring dengan guncangan energi akibat konflik di Timur Tengah yang kembali memicu kekhawatiran inflasi. Kenaikan harga minyak memaksa bank sentral untuk mengendalikan inflasi agar kembali ke target. Di AS, CPI bulan Agustus naik 3,4% secara tahunan, sementara PPI meningkat menjadi 5,4% dari 4,8% pada Juli. Data tersebut, dipadukan dengan komentar terbaru The Fed mengenai perlunya menahan tekanan inflasi, telah memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga pada hari Rabu.
Namun, banyak dari risiko yang terkait dengan kemungkinan langkah Fed menuju pengetatan lebih lanjut tampaknya sudah diperhitungkan pasar. Oleh karena itu, perhatian sebaiknya tertuju pada proyeksi ekonomi terbaru dari Fed dan komentar Ketua Kevin Warsh mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan.
Perak berpotensi tetap berada di bawah tekanan jika Fed memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga pada bulan September menandai awal dari siklus pengetatan yang lebih panjang. Skenario tersebut dapat mendorong imbal hasil US Treasury lebih tinggi dan memperkuat dollar, yang pada gilirannya menekan harga perak.
Sebaliknya, nada yang kurang hawkish dari perkiraan dapat memberikan sedikit kelegaan bagi perak, terutama jika hal itu memicu penurunan imbal hasil dan pelemahan dollar. Alhasil, pasar menjadi sangat sensitif terhadap setiap panduan dari Fed mengenai langkah kebijakan berikutnya.
Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi global mencerminkan meningkatnya kebutuhan pembiayaan pemerintah dan kekhawatiran terkait kondisi fiskal negara. Dalam jangka panjang, kekhawatiran ini dapat mendukung permintaan terhadap logam mulia sebagai alternatif dari aset berdaulat. Untuk saat ini, pendorong utama dinamika harga perak tetap pada prospek perubahan suku bunga.
Secara teknikal, perak menunjukkan ketahanan di bawah SMA 50 hari namun belum memiliki cukup tenaga untuk melanjutkan kenaikan, sebagaimana dikonfirmasi oleh RSI yang negatif. Dengan oscillator yang bercampur, XAG/USD masih bergerak dalam kisaran terbatas. Area resistance penting dalam jangka pendek adalah EMA 200 hari.
You have already liked this post today
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.


