Utang global capai rekor $353 triliun pada Kuartal 1 2026
Total stok utang global melonjak sebesar $4,4 triliun pada kuartal pertama, mencapai rekor tertinggi di angka $353 triliun. Rasio utang terhadap PDB dunia tetap berada di angka 305%, setara dengan tingkat yang tercatat pada tahun 2023.
Institure of International Finance atau IIF mengaitkan dinamika terkiini tersebut dengan tingginya aktivitas peminjaman di Amerika Serikat serta percepatan tajam dalam pertumbuhan utang korporasi non-keuangan di Tiongkok. Beban utang Tiongkok mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di angka $36,8 triliun yang sebagian besar didorong oleh aktivitas peminjaman di kalangan badan usaha milik negara (BUMN). Laporan IIF mencatat bahwa para investor sedang melakukan diversifikasi portofolio dengan mengurangi eksposur mereka terhadap obligasi pemerintah AS. Selain itu, total utang global telan melonjak hingga mencapai rekor baru pada akhir Maret, atau mendekati angka $535 triliun.
Proyeksi jangka menengah mengindikasikan adanya peningkatan lebih lanjut dalam tingkat leverage (rasio utang) akibat penuaan populasi serta meningkatnya belanja untuk pertahanan dan ketahanan energi. Investasi modal di bidang kecerdasan buatan atau Artificial Intellegence dan skala eskalasi konflik di Timur Tengah juga turut memengaruhi volume peminjaman secara signifikan. Faktor-faktor struktural diprediksi akan semakin mendorong kenaikan liabilitas baik di sektor publik maupun di sektor korporasi dalam perekonomian global, terhitung mulai tanggal 6 Mei 2026.