empty
 
 
29.04.2026 08:01 PM
GBP/USD: Analisis Smart Money – Pound Tetap Stabil Menjelang Rapat Bank of England

Pasangan GBP/USD masih berada dalam fase koreksi pullback yang dimulai setelah dua sinyal "bearish" terbentuk secara bersamaan: liquidity grab (ditandai dengan garis merah) dan reaksi terhadap imbalance 16. Pada dasarnya, selama dua minggu terakhir, pound diperdagangkan di dalam "bullish" imbalance 19, gagal meniadakannya, mempertahankan bias bullish, dan terus bergerak dalam rentang horizontal yang sempit. Dengan demikian, meskipun sudah berlalu dua minggu, imbalance 19 masih belum terinvalidasi, dan belum terbentuk sinyal bullish apa pun. Ada kemungkinan para trader menunggu pertemuan European Central Bank, Bank of England, dan Federal Reserve, sementara pound mungkin menunggu euro untuk mulai bergerak naik secara tersinkronisasi. Tren bullish tetap utuh dalam kedua skenario, sehingga saya memperkirakan kelanjutannya dan terbentuknya sinyal-sinyal bullish baru yang dapat membuka peluang untuk posisi long baru. Para bull juga dapat mengharapkan dukungan dari Bank of England, karena inflasi yang meningkat dapat menggeser sikap regulator menjadi lebih hawkish dibandingkan yang saat ini diantisipasi para trader. Namun, perlu saya tekankan bahwa dalam 24 jam ke depan, arah pergerakan pound akan sangat bergantung pada euro dan dolar, bukan semata-mata pada hasil pertemuan Bank of England.

This image is no longer relevant

Saat ini tidak banyak lagi yang bisa ditambahkan terkait latar belakang berita maupun gambaran teknikal. Situasi penyelesaian konflik di Timur Tengah masih buntu, dan pelaku pasar belum yakin apakah ada upaya nyata untuk menyusun putaran baru perundingan antara Teheran dan Washington. Gambaran teknikalnya sederhana dan jelas: menunggu sinyal bullish, atau menunggu pola bullish tersebut batal/terinvalisasi.

Reli terbaru pada pound dimulai dengan "Three Drives Pattern". Dengan demikian, pelaku pasar sudah menerima sinyal bullish sejak awal pergerakan, dan tren tetap bullish. Saat ini, gencatan senjata masih rapuh, dan para pihak belum memutuskan apakah akan melanjutkan negosiasi atau kembali mengangkat senjata. Perundingan bisa saja dilanjutkan, tetapi konflik pun bisa kembali memanas. Selat Hormuz masih berada di bawah blokade ganda, dan Teheran maupun Washington bahkan belum menyepakati putaran kedua perundingan, apalagi kesepakatan komprehensif untuk mengakhiri konflik. Hingga Rabu, tidak ada perubahan selama dua minggu terakhir. Kedua belah pihak secara verbal menyatakan siap mencapai kesepakatan, tetapi dalam praktiknya tidak ada langkah nyata.

"Three Drives Pattern" yang ditandai dengan segitiga pada grafik memungkinkan kubu bullish melakukan serangan. Imbalance 18 memberi kesempatan bagi pelaku pasar untuk membuka posisi beli, dan imbalance 19 mungkin akan memberikan peluang lain. Dengan demikian, pekan ini kita bisa melihat sinyal bullish ketiga dalam impuls yang sedang berlangsung. Pola bearish dan liquidity grab sejauh ini belum menjadi alasan kekhawatiran bagi kubu bullish.

Pada Rabu, tidak ada berita ekonomi yang berarti, dan tidak ada laporan baru terkait gencatan senjata atau perundingan dari Amerika Serikat maupun Iran. Iran menilai bahwa kini "bola" berada di pihak AS, sementara AS berpendapat sebaliknya. Jeda masih berlanjut, meskipun tanpa pertempuran aktif. Sementara itu, pasar menunggu pertemuan Fed.

Di Amerika Serikat, secara keseluruhan latar belakang berita mengindikasikan bahwa dalam jangka panjang tidak banyak yang bisa diharapkan selain pelemahan dolar. Bahkan konflik antara AS dan Iran pun tidak banyak mengubah hal ini. Faktor geopolitik sempat kembali mengingatkan pasar akan status dolar sebagai aset safe haven selama kurang lebih dua bulan, tetapi secara keseluruhan prospek jangka panjang dolar AS tetap menantang. Pasar tenaga kerja AS terus melemah, ekonomi mendekati resesi, dan Fed—berbeda dengan ECB dan Bank of England—tidak berencana mengetatkan kebijakan moneter pada 2026. Selain itu, sudah terjadi empat protes besar di seluruh AS menentang Donald Trump, dan kepergian Jerome Powell bisa semakin menyulitkan posisi dolar (terutama jika di bawah Kevin Warsh, FOMC mengambil sikap yang lebih dovish). Dari sudut pandang ekonomi, saya tidak melihat alasan fundamental bagi penguatan dolar.

Kalender berita untuk Amerika Serikat dan Inggris Raya:

  • Inggris Raya – Keputusan suku bunga Bank of England (11:00 UTC)
  • Inggris Raya – Laporan kebijakan moneter Bank of England (11:00 UTC)
  • Inggris Raya – Hasil pemungutan suara MPC terkait suku bunga (11:00 UTC)
  • Amerika Serikat – Indeks Core PCE (12:30 UTC)
  • Amerika Serikat – PDB Q1 (12:30 UTC)
  • Amerika Serikat – Pendapatan dan belanja personal (12:30 UTC)

Pada 30 April, kalender ekonomi memuat enam rilis, dengan fokus utama pelaku pasar pada pertemuan Bank of England dan data PDB AS. Dampak latar belakang berita terhadap sentimen pasar pada Kamis diperkirakan akan bertahan sepanjang hari.

Prakiraan dan Saran Trading GBP/USD:

Untuk pound, prospek jangka panjang tetap bullish. "Three Drives Pattern" telah mengingatkan pelaku pasar tentang potensi kenaikan, yang kemudian dikonfirmasi oleh terbentuknya imbalance bullish dan sinyal bullish. Harga telah melakukan sweep liquidity terhadap swing bullish pada 10 dan 23 Maret, serta ayunan 26 Februari, namun kubu bearish gagal memulai serangan pada ketiga kesempatan tersebut. Ini menjadi sinyal positif lain bagi pound—pelaku pasar masih berpola pikir bullish. Oleh karena itu, terlepas dari faktor geopolitik, saya memperkirakan pergerakan naik akan berlanjut. Kemungkinan besar, euro juga akan terus menguat. Saya melihat level tertinggi 2026 sebagai target untuk pound. Reaksi terhadap imbalance 16 telah memicu koreksi, tetapi reaksi terhadap imbalance 19 bisa memberikan peluang baru bagi pelaku pasar untuk membuka posisi beli.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.