Para eksekutif minyak dan gas AS peringatkan Trump mengenai krisis energi yang mengancam
Pada 11 Maret 2026, eksekutif dari ExxonMobil dan Chevron memberi tahu Presiden AS Donald Trump dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih tentang risiko krisis energi global. Menurut The Wall Street Journal, ancaman utama yang diidentifikasi adalah pemblokiran Selat Hormuz oleh Iran di tengah eskalasi konflik militer.
CEO ExxonMobil Darren Woods menunjukkan bahwa kombinasi volatilitas harga dan kekurangan produk minyak akan menyebabkan lonjakan tajam harga bensin. Ia menambahkan bahwa pelepasan cadangan strategis mungkin tidak cukup untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar.
Para perwakilan industri berpendapat solusi satu‑satunya adalah membuka kembali jalur transportasi, yang mensyaratkan diakhirinya operasi bersama AS‑Israel di Iran. Karena gangguan pasokan, kilang‑kilang Amerika sudah menghadapi tantangan teknis.
Harga eceran bahan bakar di AS meningkat, bahkan telah melampaui $5 per gallon di California. Menanggapi situasi krisis ini, Donald Trump memutuskan untuk sementara mencabut sanksi terhadap minyak Rusia.
Namun, beberapa pelaku pasar meragukan bahwa langkah‑langkah tersebut akan menstabilkan harga global dalam jangka panjang. Perwakilan sektor minyak menyatakan bahwa instrumen regulasi yang dimiliki pemerintahan tidak memadai untuk mengompensasi gangguan pasokan skala besar melalui titik‑titik sempit maritim utama.